Berdasarkan laporan OWASP Top 10 Web Application Security Risks 2021, serangan Cross-Site Scripting (XSS) kini termasuk dalam kategori Injection, yang masih menjadi salah satu ancaman paling sering ditemukan di aplikasi web modern.
Meski bukan hal baru, XSS attack tetap menjadi celah berbahaya yang kerap muncul di tempat tak terduga. termasuk di kolom komentar situs web.
Apa Itu XSS Attack?
XSS attack adalah jenis serangan keamanan web di mana penyerang menyisipkan kode berbahaya (biasanya JavaScript) ke dalam halaman web yang nantinya dijalankan secara otomatis oleh browser pengguna lain.
Artinya, tanpa sadar, pengunjung situs bisa mengeksekusi skrip buatan penyerang hanya karena mereka membuka halaman yang sudah terinfeksi.
Contoh sederhana, seorang penyerang menulis komentar dengan potongan kode <script>alert(“Hacked!”)</script> di kolom komentar website.

Jika sistem tidak memiliki filter atau validasi input yang baik, kode tersebut akan tersimpan di server dan dijalankan saat pengguna lain membuka halaman tersebut. Hasilnya, penyerang bisa mencuri cookie session, data login, bahkan mengambil alih akun pengguna.
Baca juga : 7 Fungsi Web Proxy yang Harus Kamu Ketahui
Jenis-Jenis XSS Attack
-
- Stored XSS (Persistent XSS)
Jenis ini paling berbahaya karena skrip berbahaya disimpan di server dan terus dieksekusi setiap kali halaman diakses. Biasanya terjadi di area seperti kolom komentar, forum, atau profil pengguna.
- Reflected XSS
Serangan ini terjadi ketika input pengguna (misalnya dari URL atau form) langsung dikembalikan ke halaman tanpa sanitasi. Misalnya, penyerang mengirim tautan yang sudah dimanipulasi ke korban.
- DOM-Based XSS
Jenis ini terjadi sepenuhnya di sisi klien, di mana manipulasi dilakukan melalui JavaScript pada browser korban, bukan dari server.
- Stored XSS (Persistent XSS)
Mengapa XSS Attack Berbahaya?
XSS attack tidak hanya mengganggu pengalaman pengguna, tetapi juga mengancam integritas dan reputasi bisnis. Serangan ini memungkinkan penyerang untuk:
-
- Mencuri informasi sensitif seperti token autentikasi atau data pribadi pengguna.
- Melakukan defacement pada website (mengubah tampilan halaman).
- Menyebarkan malware kepada pengunjung situs.
- Menyalahgunakan sesi login untuk mengambil alih akun pengguna.
Bagi organisasi yang mengelola data pelanggan di cloud, XSS dapat menjadi titik masuk menuju serangan yang lebih besar, termasuk kebocoran data dan eksploitasi sistem backend.
Cara Mencegah XSS Attack
Untuk mencegah XSS attack, pengembang dan pemilik situs perlu mengimplementasikan lapisan keamanan yang komprehensif:
-
- Validasi dan sanitasi input pengguna
Pastikan setiap data yang dikirim melalui form, komentar, atau URL divalidasi dan difilter sebelum disimpan atau ditampilkan kembali.
- Gunakan Content Security Policy (CSP)
CSP dapat membatasi eksekusi skrip yang tidak sah di browser pengguna.
- Escaping output dengan benar
Hindari menampilkan input pengguna langsung di halaman tanpa proses escaping atau encoding.
- Gunakan solusi keamanan cloud yang andal
Platform seperti DTrust Cloud Security dapat membantu mendeteksi dan memblokir aktivitas mencurigakan secara real-time, termasuk potensi XSS attack, dengan perlindungan berlapis untuk aplikasi web dan data sensitif.
- Validasi dan sanitasi input pengguna
Baca juga: Mengenal OS Linux: Fungsi, Keunggulan, dan Distribusinya
Kesimpulan
XSS attack mungkin tampak sederhana, tetapi dampaknya bisa fatal bagi bisnis yang mengandalkan kepercayaan pengguna. Celah kecil di kolom komentar atau form input dapat menjadi pintu masuk serangan besar yang merugikan reputasi dan keamanan data perusahaan.
Dengan menerapkan prinsip keamanan sejak tahap pengembangan, serta memanfaatkan solusi keamanan berbasis cloud seperti DTrust, organisasi dapat melindungi aplikasi web dari ancaman XSS dan memastikan kepercayaan digital pelanggan tetap terjaga.
Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana DTrust dapat membantu perusahaan Anda mengelola SBOM secara efektif.
DTrust, make you TRUSTed.