Your Trusted Cloud Security Partner

Data Breach adalah Ancaman Nyata di Era Digital: Kenali Bagaimana Cara Mencegahnya

Data Breach adalah Ancaman Nyata di Era Digital: Kenali Bagaimana Cara Mencegahnya

Data menjadi aset paling vital bagi perusahaan di tengah akselerasi transformasi digital. Namun sayangnya, semakin tinggi ketergantungan terhadap teknologi, semakin besar pula risiko kebocoran data. Salah satu insiden yang paling sering terjadi adalah data breach.

Yang membuat data breach begitu krusial adalah bahwa satu kejadian saja dapat berdampak jangka panjang. Bukan hanya kerugian finansial yang harus ditanggung, tetapi juga hilangnya kepercayaan pelanggan, gangguan operasional, hingga potensi tuntutan hukum. Belum lagi data setiap individu  yang bocor, berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab di kemudian hari.

Oleh karena itu, memahami apa itu data breach bukan sekadar pengetahuan teknis, tetapi bagian penting dari kesadaran strategis dalam manajemen risiko bisnis di era digital.

Apa itu Data Breach?

Data breach adalah insiden di mana data rahasia atau sensitif diakses, dicuri, atau dibocorkan oleh pihak yang tidak berwenang. Data yang terpapar bisa mencakup informasi pribadi seperti nama lengkap, nomor identitas, hingga data keuangan dan kredensial akun.

Secara teknis, data breach bisa berlangsung dalam berbagai bentuk. Misalnya, peretas (hacker) menyusup ke dalam sistem melalui celah keamanan (vulnerability) dan mencuri data pelanggan. Dalam kasus lain, pegawai internal bisa saja secara tidak sengaja mengirim file berisi data penting ke email yang salah, atau kehilangan perangkat kerja yang belum dienkripsi. Bahkan, kesalahan konfigurasi cloud storage yang dibiarkan terbuka tanpa autentikasi pun bisa menjadi pintu masuk yang memudahkan terjadinya pelanggaran data.

Baca juga: Meningkatkan Keamanan Siber Nasional: Peran dan Tantangan di Tahun 2025

Contoh Kasus: Risiko yang Semakin Nyata

Berdasarkan laporan IBM 2023, rata-rata biaya yang ditimbulkan dari satu insiden data breach mencapai USD 4,45 juta — angka yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Salah satu contoh nyata terjadi pada perusahaan asuransi di Amerika Serikat, yang mengalami pelanggaran data berskala besar. Sebanyak 1,6 juta informasi pengguna terekspos, termasuk nama, alamat, nomor jaminan sosial (SSN), dan data sensitif lainnya. Kasus ini menunjukkan bahwa bahkan industri yang sangat teregulasi pun tidak kebal terhadap serangan siber.

Baca juga: Kebocoran Data PDNS: Apa yang Terjadi dan Pelajaran yang Bisa Kita Petik?

Faktor Penyebab Data Breach

Kenali penyebab data breach agar Anda dapat mencegah dan meminimalisir risiko insiden. Ada berbagai penyebab terjadinya data breach, di antaranya:

    1. Kesalahan manusia (human error) seperti konfigurasi sistem yang tidak tepat atau penggunaan sandi yang lemah.

    2. Serangan siber melalui metode phishing, malware, atau ransomware.

    3. Akses internal yang disalahgunakan oleh pihak internal perusahaan.

    4. Sistem keamanan yang belum optimal, seperti tidak menggunakan enkripsi atau autentikasi ganda.

Dampaknya dari Data Breach Terhadap Perusahaan

Ketika terjadi data breach, konsekuensinya tidak berhenti pada hilangnya informasi saja. Dampak dari data breach bisa sangat luas dan memengaruhi berbagai aspek operasional perusahaan. Baik dari sisi finansial, reputasi, hingga kepatuhan terhadap regulasi, semuanya bisa terdampak secara signifikan.

Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai oleh organisasi saat mengalami insiden kebocoran data:

    • Kerugian ekonomi mencakup biaya investigasi, pemulihan sistem, dan denda regulasi.

    • Penurunan kepercayaan pelanggan akibat ketidakamanan data.

    • Citra perusahaan yang tercoreng, berdampak jangka panjang terhadap reputasi bisnis.

    • Gangguan operasional yang berpotensi menghentikan layanan atau proyek berjalan.

Dampak di atas jika tidak bisa diatasi dengan baik bisa mengancam keberlangsungan bisnis secara keseluruhan. Di tahap ini, dampak serius data breach, yaitu membuat perusahaan berhenti beroperasi secara permanen.

Langkah Strategis untuk Mencegah Data Breach

Untuk mencegah insiden semacam ini, perusahaan perlu mengambil pendekatan keamanan yang menyeluruh dan berlapis. Berikut ini beberapa langkah strategis yang dapat Anda terapkan, antara lain:

    1. Mengimplementasikan enkripsi data pada semua level.

    2. Menerapkan autentikasi multi-faktor (MFA) untuk semua akses sistem.

    3. Menggunakan sistem monitoring dan deteksi dini terhadap ancaman.

    4. Melakukan pelatihan keamanan siber secara berkala kepada seluruh karyawan.

    5. Bekerja sama dengan Managed Security Service Provider (MSSP) yang menyediakan solusi perlindungan menyeluruh berbasis cloud untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman siber secara proaktif.

Baca juga: Checklist Keamanan Siber untuk Perusahaan: Langkah Dasar & Strategis

Cegah Data Breach Sedari Dini

Data breach adalah risiko serius yang harus menjadi perhatian utama dalam strategi keamanan informasi perusahaan. Mengabaikan aspek ini bukan hanya berdampak pada finansial, tetapi juga pada keberlangsungan bisnis secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk membangun sistem keamanan yang adaptif, serta bekerja sama dengan mitra keamanan yang terpercaya.

Lindungi data perusahaan Anda sebelum terjadi kebocoran. Tingkatkan kewaspadaan risiko data breach dan terapkan praktik keamanan siber yang komprehensif. Konsultasikan kebutuhan keamanan siber perusahaan Anda dengan DTrust agar perusahaan semakin tangguh mencegah terjadinya insiden.

DTrust, Your Trusted Security Partner.

Share this article
Shareable URL
Prev Post

Deepfake & AI Voice Cloning: Penipuan Digital Semakin Canggih

Next Post

Trust Insight – Volume 02/2025

Read next