Di tengah berkembangnya serangan siber, banyak bisnis di Indonesia menghadapi ancaman yang semakin kompleks. Ketika kerugian akibat satu insiden bisa mencapai miliaran rupiah, pertanyaannya adalah: bagaimana cara melindungi aset bisnis Anda sebelum serangan itu terjadi?
Satu hal yang pasti: bertahan dari serangan hari ini membutuhkan lebih dari sekadar sistem keamanan konvensional. Di sinilah threat intelligence hadir untuk menjadi solusi keamanan bisnis yang lebih tangguh.
Apa itu Threat Intelligence dan Mengapa Penting Bagi Bisnis?
Threat intelligence merupakan strategi keamanan siber yang memadukan data, analisis, dan konteks untuk memprediksi, mencegah, dan merespons ancaman dengan cepat dan tepat.
Menurut IBM, threat intelligence bukan sekadar kumpulan data ancaman, tetapi informasi yang telah diolah dan dianalisis untuk memberikan wawasan mendalam tentang siapa pelaku serangan, apa tujuan mereka, dan bagaimana mereka beroperasi. Dengan pemahaman ini, tim IT Anda dapat mengantisipasi ancaman bahkan sebelum serangan dimulai.
Strategi proaktif ini memungkinkan perusahaan memahami dan memprediksi pola serangan, sehingga mereka dapat menghemat waktu respons dan meminimalkan kerugian.
Tiga Jenis Threat Intelligence yang Relevan untuk Bisnis
Threat intelligence memiliki jenis, peran, dan tujuannya yang berbeda dalam mendukung strategi keamanan siber perusahaan.
Penting mengetahui perbedaan ini agar tim keamanan dapat memprioritaskan sumber daya dengan tepat dan memastikan bahwa data yang dikumpulkan benar-benar bisa diubah menjadi tindakan mitigasi yang efektif.
-
- Strategic Intelligence
Memberikan gambaran risiko secara makro, membantu manajemen membuat keputusan investasi keamanan yang tepat.
- Strategic Intelligence
-
- Tactical Intelligence
Fokus pada indikator teknis, seperti hash malware, domain berbahaya, atau pola phishing yang sedang aktif.
- Tactical Intelligence
-
- Operational Intelligence
Mengungkap detail spesifik tentang kampanye serangan, mulai dari waktu, target, hingga metode yang digunakan.
- Operational Intelligence
Baca Juga: Cybersecurity Mesh Architecture (CSMA): Masa Depan Infrastruktur Keamanan Digital
Bagaimana Threat Intelligence Melindungi Aset Bisnis

Dengan threat intelligence, perusahaan tidak hanya mengetahui bahwa ada ancaman, tetapi juga memahami cara menghadapinya. Contohnya:
-
- Prediksi lebih awal: Mendeteksi pola serangan yang sedang berkembang di industri Anda.
- Prioritas respons: Memusatkan sumber daya pada ancaman yang paling berpotensi merugikan.
- Mitigasi cepat: Mengambil langkah pertahanan sebelum kerusakan terjadi.
Studi kasus nyata membuktikan bahwa kemampuan memprediksi ancaman ini dapat menghemat biaya kerugian, melindungi reputasi, dan menjaga operasional tetap berjalan.
Studi Kasus: Efektivitas Threat Intelligence di Sektor Manufaktur
Menurut IBM X-Force Threat Intelligence Index 2022, tahun 2021 sektor manufaktur menjadi target utama dalam serangan siber. Sekitar 23 % serangan terhadap perusahaan manufaktur merupakan ransomware, dan karena industri ini sangat rentan terhadap gangguan operasional, pelaku kejahatan sering kali memiliki leverage besar untuk memaksa pembayaran tebusan.
Tahun berikutnya, IBM melaporkan, sebanyak 21 % serangan berhasil dihentikan pada tahap backdoor deployment, sebuah prestasi besar dalam pencegahan ransomware.
Bahkan, insiden ransomware yang berhasil terjadi turun dari 21 % (2021) menjadi 17 % (2022) hanya dalam satu tahun. Inilah bukti nyata bahwa threat intelligence bekerja bukan hanya untuk mendeteksi, tapi juga mencegah eskalasi serangan berbasis backdoor.
Baca Juga: 7 Tanda Perusahaan Anda Memerlukan Security Assessment
Threat Intelligence adalah Investasi
Dunia siber bergerak cepat, dan para pelaku ancaman selalu mencari celah baru. Dengan deteksi dini berbasis threat intelligence, organisasi bisa menghentikan serangan ransomware bahkan sebelum eksekusi, mengurangi kerugian, dan menjaga kelancaran bisnis.
Hal ini membuktikan bahwa threat intelligence bukan sekadar teknologi tambahan, tapi salah satu pondasi dalam strategi keamanan modern. Tanpa sistem deteksi dan prediksi berbasis data yang akurat, perusahaan berisiko besar menjadi korban serangan berikutnya.
Layanan Threat Intelligence dari DTrust
Sebagai MSSP lokal berbasis cloud, DTrust memadukan intelijen ancaman global dengan pemahaman mendalam akan lanskap ancaman di Indonesia. Kami menawarkan:
-
- Layanan SOC yang dipadukan dengan Threat Inteligence untuk pelengkap dan mempermudah layanan operasional SOC kami dalam menginvestigasi berbagai ancaman yang ada.
- Pemantauan 24/7 dengan deteksi anomali real-time.
- Integrasi SIEM dan platform intelijen ancaman global.
- Kepatuhan penuh terhadap regulasi nasional dan standar internasional.
Ingin membuktikan bagaimana threat intelligence bisa melindungi bisnis Anda sebelum serangan terjadi? Hubungi tim DTrust hari ini untuk konsultasi gratis secara langsung.
DTrust, Your TRUSTed Cloud Security Partner.