Your Trusted Cloud Security Partner

7 Tanda Perusahaan Anda Memerlukan Security Assessment

7 Tanda Perusahaan Anda Memerlukan Security Assessment

Banyak perusahaan yang sudah merasa aman dari seraan siber hanya karena memiliki antivirus dan firewall. Faktanya, banyak serangan justru terjadi bukan karena teknologinya yang lemah, tapi karena mereka tidak tahu di mana letak kelemahannya. Itulah mengapa banyak organisasi kini mulai rutin melakukan security assessment.

Security assessment sendiri bertujuan untuk menilai apakah sistem, aplikasi, atau jaringan Anda benar-benar aman atau tidak.  Jika tidak, Anda bisa mengetahui titik lemahnya ada di mana.

Sebagai bagian dari perusahaan TI dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, tim kami melihat langsung bagaimana banyak insiden bisa dicegah jika perusahaan lebih awal menyadari titik rawannya.

Apa itu Security Assessment?

Security assessment adalah proses sistematis untuk mengevaluasi keamanan sistem, jaringan, aplikasi, dan kebijakan perusahaan guna mengidentifikasi potensi kerentanan, kelemahan konfigurasi, atau celah keamanan lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Assessment ini dilakukan oleh profesional keamanan yang berpengalaman dan memahami standar industri seperti ISO 27001, NIST, dan PCI-DSS. Prosesnya meliputi berbagai pendekatan teknis, seperti vulnerability assessment, penetration testing, analisa konfigurasi, hingga wawancara terhadap prosedur dan kebijakan keamanan yang ada

Security assessment tidak hanya diperlukan oleh perusahaan besar atau yang sudah pernah terkena insiden. Justru, semakin cepat dilakukan, semakin banyak risiko bisa dicegah lebih awal. Lewat proses ini, Anda bisa menemukan berbagai hal yang sebelumnya tidak disadari, mulai dari kesalahan konfigurasi, celah pada sistem lama, hingga kebiasaan internal yang berisiko.

Baca Juga: Data Breach adalah Ancaman Nyata di Era Digital: Kenali Bagaimana Cara Mencegahnya

Manfaat Security Assessment untuk Perusahaan

Untuk lebih detail, berikut ini adalah manfaat bagi perusahaan yang melakukan security assessment secara berkala, di antaranya:

    • Mengenali kelemahan yang tersembunyi dalam sistem.
    • Menilai kesiapan terhadap ancaman siber yang berkembang.
    • Meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan standar industri.
    • Membangun kepercayaan dari mitra bisnis, klien, dan auditor.

Assessment ini juga menjadi dasar yang kuat dalam menyusun strategi keamanan jangka panjang, termasuk pembuatan rencana respons insiden dan kebijakan perlindungan data.

7 Tanda Perusahaan Butuh Segera Melakukan Security Assessment

 

Jadi, kapan harus melakukan security assessment?

Berikut 7 tanda umum bahwa perusahaan Anda sudah butuh segera melakukan security assessment:

    1. Sering Mengalami Insiden Kecil yang Diabaikan

      Apakah tim Anda mulai sering melihat login mencurigakan dari lokasi tidak dikenal atau sering mendapat email phising? Insiden kecil ini sering dianggap remeh, padahal bisa menjadi sinyal awal adanya kerentanan serius yang belum diketahui.

    1. Tidak Pernah atau Jarang Melakukan Evaluasi Keamanan

      Jika perusahaan Anda belum pernah melakukan penilaian terhadap Infrastruktur jaringan, aplikasi bisnis, dan kebijakan keamanan internal, maka bisa dipastikan banyak celah yang belum Anda ketahui.

    1. Baru Migrasi ke Cloud atau Melakukan Transformasi Digital

      Pindah ke cloud memang memberikan fleksibilitas dan efisiensi. Namun, model keamanan cloud berbeda dari sistem tradisional. Setiap layanan baru, API, atau integrasi pihak ketiga memperluas adanya permukaan serangan (attack surface).

    1. Infrastruktur IT Anda Sering Berubah

      Sering melakukan perubahan sistem, aplikasi, atau menambah vendor pihak ketiga. Setiap perubahan memerlukan konfigurasi ulang. Konfigurasi ulang adalah potensi celah keamanan jika tidak diaudit dengan benar.

    1. Tidak Tahu di Mana Letak Risiko Anda

      Jika ditanya: “Kerentanan apa yang paling berisiko terhadap bisnis Anda saat ini? Anda tidak yakin di mana letak risiko paling kritis dalam sistem Anda.

    1. Menjalani Audit, Tender, atau Sertifikasi (ISO, PCI, dan sebagainya)

      Anda perlu memenuhi kepatuhan standar, seperti ISO 27001, PCI-DSS, HIPAA, GDPR, ataupun UU PDP. Semua itu membutuhkan bukti bahwa perusahaan Anda telah melakukan upaya proaktif dan sistematis terkait keamanan.

    1. Risiko Bisnis Tinggi, Tetapi Tidak Punya Rencana Insiden

      Banyak perusahaan menyadari bahwa data mereka adalah aset vital, tetapi ironisnya mereka tidak memiliki rencana insiden, log yang terstruktur dan siapa yang bertanggung jawab saat terjadi breach.

Baca Juga: Mengenal Zero Trust Security dan Manfaatnya untuk Strategi Keamanan Bisnis

Jangan Tunggu Insiden Terjadi

Security assessment bukan soal mencari kesalahan, tapi membangun kesadaran akan posisi keamanan Anda saat ini. Dengan assessment secara rutin, perusahaan bisa meminimalisir insiden keamanan yang mengancam aset digital, dibanding hanya bereaksi setelah pelanggaran.

Perlu diingat, mengetahui kelemahan Anda lebih awal, jauh lebih murah dibanding membayar akibatnya nanti.

Sudah siap melakukan security assessment? Kami membantu organisasi dari berbagai sektor untuk merancang dan melakukan security assessment yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan skala operasional. Konsultasikan kebutuhan Anda dan pastikan sistem Aman dari ancaman siber.

Banyak perusahaan yang sudah merasa aman dari seraan siber hanya karena memiliki antivirus dan firewall. Faktanya, banyak serangan justru terjadi bukan karena teknologinya yang lemah, tapi karena mereka tidak tahu di mana letak kelemahannya. Itulah mengapa banyak organisasi kini mulai rutin melakukan security assessment.

Security assessment sendiri bertujuan untuk menilai apakah sistem, aplikasi, atau jaringan Anda benar-benar aman atau tidak.  Jika tidak, Anda bisa mengetahui titik lemahnya ada di mana.

Sebagai bagian dari perusahaan TI dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, tim kami melihat langsung bagaimana banyak insiden bisa dicegah jika perusahaan lebih awal menyadari titik rawannya.

Apa itu Security Assessment?

Security assessment adalah proses sistematis untuk mengevaluasi keamanan sistem, jaringan, aplikasi, dan kebijakan perusahaan guna mengidentifikasi potensi kerentanan, kelemahan konfigurasi, atau celah keamanan lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Assessment ini dilakukan oleh profesional keamanan yang berpengalaman dan memahami standar industri seperti ISO 27001, NIST, dan PCI-DSS. Prosesnya meliputi berbagai pendekatan teknis, seperti vulnerability assessment, penetration testing, analisa konfigurasi, hingga wawancara terhadap prosedur dan kebijakan keamanan yang ada

Security assessment tidak hanya diperlukan oleh perusahaan besar atau yang sudah pernah terkena insiden. Justru, semakin cepat dilakukan, semakin banyak risiko bisa dicegah lebih awal. Lewat proses ini, Anda bisa menemukan berbagai hal yang sebelumnya tidak disadari, mulai dari kesalahan konfigurasi, celah pada sistem lama, hingga kebiasaan internal yang berisiko.

Baca Juga: Data Breach adalah Ancaman Nyata di Era Digital: Kenali Bagaimana Cara Mencegahnya

Manfaat Security Assessment untuk Perusahaan

Untuk lebih detail, berikut ini adalah manfaat bagi perusahaan yang melakukan security assessment secara berkala, di antaranya:

    • Mengenali kelemahan yang tersembunyi dalam sistem.
    • Menilai kesiapan terhadap ancaman siber yang berkembang.
    • Meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan standar industri.
    • Membangun kepercayaan dari mitra bisnis, klien, dan auditor.

Assessment ini juga menjadi dasar yang kuat dalam menyusun strategi keamanan jangka panjang, termasuk pembuatan rencana respons insiden dan kebijakan perlindungan data.

7 Tanda Perusahaan Butuh Segera Melakukan Security Assessment

 

Jadi, kapan harus melakukan security assessment?

Berikut 7 tanda umum bahwa perusahaan Anda sudah butuh segera melakukan security assessment:

    1. Sering Mengalami Insiden Kecil yang Diabaikan

      Apakah tim Anda mulai sering melihat login mencurigakan dari lokasi tidak dikenal atau sering mendapat email phising? Insiden kecil ini sering dianggap remeh, padahal bisa menjadi sinyal awal adanya kerentanan serius yang belum diketahui.

    1. Tidak Pernah atau Jarang Melakukan Evaluasi Keamanan

      Jika perusahaan Anda belum pernah melakukan penilaian terhadap Infrastruktur jaringan, aplikasi bisnis, dan kebijakan keamanan internal, maka bisa dipastikan banyak celah yang belum Anda ketahui.

    1. Baru Migrasi ke Cloud atau Melakukan Transformasi Digital

      Pindah ke cloud memang memberikan fleksibilitas dan efisiensi. Namun, model keamanan cloud berbeda dari sistem tradisional. Setiap layanan baru, API, atau integrasi pihak ketiga memperluas adanya permukaan serangan (attack surface).

    1. Infrastruktur IT Anda Sering Berubah

      Sering melakukan perubahan sistem, aplikasi, atau menambah vendor pihak ketiga. Setiap perubahan memerlukan konfigurasi ulang. Konfigurasi ulang adalah potensi celah keamanan jika tidak diaudit dengan benar.

    1. Tidak Tahu di Mana Letak Risiko Anda

      Jika ditanya: “Kerentanan apa yang paling berisiko terhadap bisnis Anda saat ini? Anda tidak yakin di mana letak risiko paling kritis dalam sistem Anda.

    1. Menjalani Audit, Tender, atau Sertifikasi (ISO, PCI, dan sebagainya)

      Anda perlu memenuhi kepatuhan standar, seperti ISO 27001, PCI-DSS, HIPAA, GDPR, ataupun UU PDP. Semua itu membutuhkan bukti bahwa perusahaan Anda telah melakukan upaya proaktif dan sistematis terkait keamanan.

    1. Risiko Bisnis Tinggi, Tetapi Tidak Punya Rencana Insiden

      Banyak perusahaan menyadari bahwa data mereka adalah aset vital, tetapi ironisnya mereka tidak memiliki rencana insiden, log yang terstruktur dan siapa yang bertanggung jawab saat terjadi breach.

Baca Juga: Mengenal Zero Trust Security dan Manfaatnya untuk Strategi Keamanan Bisnis

Jangan Tunggu Insiden Terjadi

Security assessment bukan soal mencari kesalahan, tapi membangun kesadaran akan posisi keamanan Anda saat ini. Dengan assessment secara rutin, perusahaan bisa meminimalisir insiden keamanan yang mengancam aset digital, dibanding hanya bereaksi setelah pelanggaran.

Perlu diingat, mengetahui kelemahan Anda lebih awal, jauh lebih murah dibanding membayar akibatnya nanti.

Sudah siap melakukan security assessment? Kami membantu organisasi dari berbagai sektor untuk merancang dan melakukan security assessment yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan skala operasional. Konsultasikan kebutuhan Anda dan pastikan sistem Aman dari ancaman siber.

DTrust, Your TRUSTed Cloud Security Partner.

Share this article
Shareable URL
Prev Post

Risiko Hukum Akibat Melanggar UU PDP dan Cara Menghindarinya

Next Post

Cyber Warfare dan Masa Depan Pertahanan Indonesia

Read next