Your Trusted Cloud Security Partner

Cara Bisnis Tetap Aman dan Stabil dari Serangan DDoS

Cara Bisnis Tetap Aman dan Stabil dari Serangan DDoS

Sebagai layanan IT security berbasis cloud, DTrust sering menangani serangan yang mengakibatkan gangguan operasional bisnis pelanggan kami. Salah satu yang sering ditemui adalah serangan DDoS atau Distributed Denial-of-Service.

Serangan ini bagian dari Denial-of-Service (DoS), tapi lebih muthakir dibanding dengan DoS tradisional. DDoS tidak hanya membuat layanan tidak bisa diakses, tetapi juga menimbulkan kerugian reputasi, finansial, hingga potensi pelanggaran SLA.

Dengan volume dan kompleksitas yang meningkat dari tahun ke tahun, memahami serangan DDoS menjadi salah satu langkah penting bagi setiap organisasi yang mengandalkan infrastruktur digital.

Apa itu Serangan DDoS?

Serangan DDoS adalah serangan yang memanfaatkan banyak mesin atau server secara bersamaan untuk menyerang satu target secara terkoordinasi.

Tujuan serangan ini untuk mengganggu atau menghentikan trafik normal pada server, layanan, atau jaringan dengan membanjiri infrastruktur menggunakan trafik yang berlebihan dari internet. Akibatnya, layanan menjadi tidak responsif, lambat, atau sepenuhnya tidak dapat diakses.

Serangan ini berbahaya karena menggunakan ribuan hingga jutaan perangkat terinfeksi dari berbagai negara, sehingga sulit dilacak, sulit diblokir, dan mudah diulang.

Penjelasan ini relevan dengan pola yang kami temui dalam operasi keamanan klien: banyak serangan modern memanfaatkan botnet IoT, server kompromi, hingga layanan DDoS-as-a-Service yang mudah disewa siapa pun.

Baca juga: Jangan Asal Klik: Kenali dan Cegah Serangan Malware WhatsApp

Tipe-Tipe Serangan DDoS

    • Volumetric Attacks

      Serangan dilakukan dengan mengirimkan trafik dalam volume sangat besar (Gbps—Tbps) secara terus-menerus ke arah server atau jaringan, sehingga kapasitas bandwidth penuh dan pelanggan tidak dapat mengakses layanan.

    • Protocol Attacks

      Menargetkan protokol jaringan seperti SYN Flood, TCP reset attack, atau ping of death yang membuat perangkat jaringan kelebihan beban saat memproses paket.

    • Application Attacks

      Menyerang aplikasi layer 7 seperti HTTP Flood atau Slowloris yang membuat server aplikasi kehabisan resource karena harus melayani request berbahaya yang terlihat seperti request normal.

Dampak Serangan DDoS Terhadap Bisnis

Dari sisi bisnis, serangan DDoS dapat menimbulkan:

    • Downtime yang menyebabkan pelanggan tidak bisa mengakses layanan.
    • Kerugian finansial karena transaksi atau operasional terhenti.
    • Reputasi menurun karena layanan dianggap tidak stabil.
    • Biaya pemulihan dari waktu teknis, investigasi, dan peningkatan kapasitas.
    • Risiko keamanan lanjutan, terutama jika DDoS digunakan untuk distraksi.

Beberapa klien bahkan merasakan dampak escalated attack: setelah DDoS berhasil, pelaku mencoba masuk melalui celah lain seperti credential stuffing. Ini menguatkan pentingnya perlindungan holistik.

Bagaimana Serangan DDoS Bekerja?

Serangan DDoS umumnya berjalan melalui tiga tahap berikut:

    1. Pembentukan Botnet

      Penyerang menginfeksi banyak perangkat menggunakan malware lalu mengontrolnya secara remote. Perangkat inilah yang kemudian digunakan untuk mengirim trafik masif ke target.

    2. Eksekusi Serangan

      Ada tiga kategori utama:

        • Volumetric attacks – mencoba menghabiskan bandwidth.
        • Protocol attacks – mengeksploitasi kerentanan protokol jaringan.
        • Application-layer attacks (Layer-7) – membanjiri aplikasi (misalnya HTTP flood). Di lapangan, tim DTrust sering melihat serangan layer-7 karena sifatnya lebih sulit dideteksi oleh firewall tradisional.
    3. Mengelabui Pertahanan

      Serangan modern sering dikombinasikan: misalnya volumetrik + layer-7, sehingga sistem mitigasi perlu analisis perilaku secara real-time.

Tanda-tanda Perusahaan Anda Mengalami Serangan DDoS

Pengalaman kami menunjukkan pola gejala berikut:

    • Trafik melonjak tiba-tiba tanpa penjelasan.
    • Website lambat, timeout, atau menampilkan error 503.
    • Lonjakan request dari lokasi geografis yang tidak wajar.
    • Konsumsi CPU dan memori server meningkat drastis.
    • Informasi anomali di log, termasuk koneksi berulang ke endpoint yang sama.

Semakin cepat organisasi mendeteksi gejala ini, semakin kecil dampaknya.

Motif Pelaku di Balik Serangan DDoS

Dari berbagai insiden yang kami tangani, motif serangan umumnya meliputi:

    • Ekstorsi (RDoS): Penyerang meminta tebusan
    • Persaingan bisnis: Mengganggu operasional pesaing
    • Hacktivism: Alasan ideologis atau politik
    • Distraksi:  Menutupi serangan lain seperti intrusi atau pencurian data

Banyak organisasi tidak menyadari bahwa DDoS sering menjadi “pengalih perhatian” agar penyerang dapat melakukan langkah lanjutan. Di sinilah monitoring terintegrasi sangat penting.

Baca juga: Fake BTS: Teknik Eksploitasi Sinyal yang Tak Terlihat Tapi Mematikan

Cara Melindungi Perusahaan dari Serangan DDoS

Cara Melindungi Perusahaan dari Serangan DDoS

Sebagai MSSP, DTrust mengikuti framework rekomendasi industri seperti NIST, OWASP, dan praktik mitigasi dari insiden nyata. Berikut langkah yang paling efektif:

    1. Monitoring Trafik Real-time & Behavioral Analytics

      Deteksi dini adalah kunci. Gunakan solusi yang menganalisis pola trafik untuk membedakan pengguna sah dan request berbahaya.

    2. Web Application Firewall (WAF) + Rate Limiting

      WAF modern dapat memfilter request layer-7 yang abnormal, sementara rate limiting mencegah serangan yang berasal dari IP tertentu.

    3. Scrubbing Center Berkapasitas Tinggi

      Untuk serangan volumetrik, trafik harus “dicuci” sebelum mencapai server Anda. Cloud scrubbing center menyediakan kapasitas besar untuk menyerap lonjakan.

    4. Content Delivery Network (CDN)

      CDN menyebarkan beban ke berbagai node sehingga serangan tidak langsung membanjiri server utama.

    5. Arsitektur Cloud yang Elastis

      Jika infrastruktur elastis, aplikasi bisa autoscale ketika trafik meningkat — termasuk trafik serangan.

    6. Perencanaan Respons Insiden

      Dokumentasikan langkah-langkah:

        • siapa yang dihubungi,
        • penyedia mitigasi,
        • logging, analisis pasca-serangan.

Studi Kasus: Serangan DDoS di Industri Telekomunikasi

Dalam salah satu insiden yang ditangani tim DTrust, sebuah operator telekomunikasi nasional mengalami lonjakan trafik tidak wajar yang mencapai puluhan gigabit dalam hitungan menit yang menyebabkan sistem mereka sulit diakses.

Dari pola request yang seragam, peningkatan koneksi mendadak, hingga konsumsi bandwidth yang melonjak, tim DTrust segera mengidentifikasi dengan protokol NetFlow pada router sebagai sensor trafik.

Setelah serangan terdeteksi, langkah berikutnya adalah menghilangkan trafik DDoS menggunakan BGP FlowSpec. Tim DTrust langsung melakukan analisis signature dan korelasi trafik. Sistem kami memblok jutaan request berbahaya dari ribuan sumber IP yang berkedok pengguna asli.

Setelah itu, kami mengaktifkan mekanisme rate limiting, filtering, dan scrubbing untuk memastikan hanya trafik yang valid yang dapat melewati sistem.

Hasilnya, layanan pelanggan kembali normal tanpa downtime berkepanjangan. Serangan teredam, performa aplikasi stabil, dan aktivitas bisnis berjalan kembali seperti biasa.

Bagaimana DTrust Membantu Mencegah Serangan DDoS?

Sebagai cloud-centric Manage Security Service Provider (MSSP) pertama di Indonesia, DTrust menyediakan rangkaian layanan keamanan cloud-centric yang memadukan deteksi, proteksi, dan respons cepat untuk menangkal serangan DDoS:

    • Monitoring 24/7 oleh SOC tersertifikasi
      Analisis trafik dan deteksi anomali berbasis machine learning.
    • Web Application Firewall

      Mencegah serangan layer-7 yang sering melewati firewall tradisional.

    • DDoS Protection terintegrasi dengan cloud

      Scrubbing center, mitigasi otomatis, dan alert real-time.

    • Incident Response untuk eskalasi cepat

      Mengurangi waktu downtime dan mempercepat pemulihan.

Saatnya Amankan Sistem Anda dari DDoS

Serangan DDoS adalah ancaman siber yang terus berkembang dan menjadi salah satu penyebab downtime terbesar bagi organisasi modern. Dengan teknik multi-vektor, botnet global, dan DDoS-as-a-Service, penyerang semakin mudah melancarkan serangan berskala besar.

Namun, dengan kombinasi teknologi, keahlian operasional, dan strategi mitigasi yang tepat, serangan ini dapat diredam secara efektif.

DTrust hadir untuk membantu organisasi mengamankan aplikasi dan infrastruktur cloud Anda melalui pemantauan 24/7, proteksi aplikasi, dan mitigasi DDoS yang terintegrasi, memastikan layanan Anda tetap aman, stabil, dan selalu tersedia.

DTrust, make you TRUSTed.

Share this article
Shareable URL
Prev Post

Phishing Campaign: Cara Efektif Melatih Security Awareness Karyawan di Perusahaan Anda

Next Post

Pentingnya Keamanan Password dalam Melindungi Akun Bisnis

Read next