Your Trusted Cloud Security Partner

Phishing vs Spear Phishing, Mana Lebih Berbahaya?

Phishing vs Spear Phishing, Mana Lebih Berbahaya?

Serangan siber jarang dimulai dengan teknik yang rumit. Sering kali, semuanya bermula dari satu email.

Menurut Verizon Data Breach Investigations Report 2025, phishing masih menjadi salah satu vektor akses awal paling konsisten dalam insiden pelanggaran data, menyumbang sekitar 16% dari total kasus yang dianalisis. Angka ini menunjukkan satu hal penting: serangan tidak selalu dimulai dari eksploitasi teknis yang kompleks, melainkan dari manipulasi manusia.

Namun di dalam kategori phishing sendiri, terdapat varian yang lebih presisi dan berisiko tinggi, yaitu spear phishing.

Lalu, apa perbedaan phishing vs spear phishing? Dan mana yang sebenarnya lebih berbahaya bagi organisasi?

Apa Itu Phishing?

Phishing adalah teknik rekayasa sosial di mana pelaku menyamar sebagai pihak terpercaya untuk mendapatkan informasi sensitif dari korban. Biasanya serangan ini dilakukan melalui email, meskipun kini juga berkembang ke SMS.

Ciri utama phishing adalah sifatnya yang massal. Pelaku mengirim pesan yang sama ke banyak orang tanpa target spesifik. Pesannya sering dibuat mendesak, misalnya akun akan diblokir, ada transaksi mencurigakan, atau permintaan reset password, agar korban bereaksi cepat tanpa berpikir panjang.

Karena mengandalkan volume, tingkat keberhasilan per email memang relatif kecil. Namun, ketika dikirim dalam jumlah sangat besar, tetap saja ada korban yang terjebak.

Apa Itu Spear Phishing?

Spear phishing adalah bentuk phishing yang jauh lebih terarah.

Alih-alih mengirim pesan massal, pelaku memilih target spesifik dan melakukan riset terlebih dahulu. Informasi yang dikumpulkan bisa berasal dari:

    • LinkedIn atau profil profesional
    • Struktur organisasi perusahaan
    • Proyek yang sedang berjalan
    • Pola komunikasi internal

Email yang dikirim sering kali:

    • Menggunakan nama atasan atau rekan kerja
    • Membahas proyek nyata
    • Meminta tindakan yang terlihat wajar dalam konteks pekerjaan

Karena bersifat kontekstual dan relevan, spear phishing jauh lebih sulit dikenali. Korban merasa sedang menjalankan tugas rutin, bukan menghadapi ancaman.

Perbedaan Phishing dan Spear Phishing

Secara sederhana, perbedaan keduanya terletak pada pendekatan dan presisi.

Perbedaan Utama Phishing vs Spear Phishing

Aspek
Phishing
Spear Phishing
Target
Massal, dikirim ke banyak orang sekaligus Spesifik, menyasar individu atau tim tertentu
Personalisasi
Umum dan generik Dipersonalisasi sesuai profil target
Persiapan Pelaku
Minim riset Didahului riset terhadap korban
Pendekatan
Mengandalkan volume Mengandalkan presisi dan konteks
Tingkat Keberhasilan
Rendah per pesan, tinggi karena jumlah Lebih tinggi per target
Dampak Potensial
Biasanya terbatas pada individu Bisa berdampak besar bagi organisasi

“Jika phishing adalah serangan berbasis kuantitas, maka spear phishing adalah serangan berbasis kualitas.”

Mengapa Spear Phishing Lebih Sulit Dideteksi?

Spear phishing tidak selalu terlihat seperti serangan.

Beberapa karakteristiknya:

    • Tidak ada kesalahan tata bahasa yang mencolok
    • Domain terlihat valid
    • Konten relevan dengan pekerjaan korban
    • Permintaan terlihat normal

Dalam banyak kasus, korban tidak merasa sedang ditipu. Justru karena terasa “masuk akal”, tingkat kewaspadaan menurun.

Dari sisi dampak, baik phishing maupun spear phishing dapat menyebabkan:

    • Pencurian kredensial
    • Kebocoran data sensitif
    • Business Email Compromise (BEC)
    • Distribusi malware atau ransomware

Namun spear phishing sering menargetkan akun strategis seperti manager keuangan, HR, atau eksekutif. Satu keberhasilan saja dapat membuka akses luas ke sistem internal.

Baca juga: 7 Tanda Perusahaan Anda Memerlukan Security Assessment

Mana yang Lebih Berbahaya?

Keduanya berbahaya, tetapi dengan cara berbeda.

Phishing berbahaya karena skalanya besar dan terus-menerus.
Spear phishing berbahaya karena presisi dan dampaknya.

Dalam konteks organisasi, spear phishing sering kali memiliki potensi risiko lebih tinggi karena:

    • Menyasar akses strategis
    • Menggunakan informasi internal
    • Berpotensi memicu insiden keamanan berskala besar

Phishing adalah ancaman volume.
Spear phishing adalah ancaman strategis.

Strategi Mitigasi Phishing dan Spear Phishing di Lingkungan Bisnis?

Menghadapi phishing dan spear phishing tidak cukup dengan satu solusi.

Organisasi membutuhkan strategi defense in depth — pendekatan keamanan berlapis yang mencakup aspek preventif, detektif, dan responsif.

Kontrol Preventif

    1. Security hardening pada sistem operasi untuk meminimalkan dampak phishing akibat misconfiguration
    2. Vulnerability assessment dan penetration testing secara rutin untuk menutup celah keamanan
    3. Implementasi mail security dan domain protection untuk mendeteksi serta memblokir tautan phishing
    4. Penerapan Next Generation Firewall untuk memblokir IP atau domain dengan reputasi buruk
    5. Implementasi Web Application Firewall (WAF) untuk melindungi aplikasi web dan mencegah defacement

Kontrol Detektif & Responsif

    1. Implementasi Endpoint Detection and Response (EDR) untuk mendeteksi ancaman zero-day atau malware yang lolos dari proteksi awal
    2. Monitoring keamanan secara berkelanjutan melalui Security Operations Center (SOC) atau Managed Detection and Response (MDR)

Pendekatan berlapis ini memastikan bahwa jika satu lapisan gagal, lapisan lain masih dapat menahan dampak serangan.

Baca juga: Checklist Keamanan Siber untuk Perusahaan: Langkah Dasar & Strategis

Peran DTrust dalam Mendukung Keamanan Berlapis

Peran DTrust dalam Mendukung Keamanan Berlapis

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, DTrust menyediakan rangkaian layanan keamanan yang dirancang untuk memperkuat setiap lapisan pertahanan, mulai dari:

Layanan DPRO

    • Trust OS untuk security hardening sistem
    • Trust Assessment & Trust Testing untuk vulnerability assessment dan penetration testing

Layanan DSEC

    • Trust Net untuk perlindungan jaringan melalui Next Generation Firewall
    • Trust Web untuk perlindungan aplikasi web dengan Web Application Firewall
    • Trust Mail untuk proteksi email dan domain dari phishing
    • Trust Point untuk Endpoint Detection and Response

Layanan DMDR

    • Monitoring SOC untuk deteksi ancaman serta respons insiden secara berkelanjutan

Dengan pendekatan defense in depth (preventif, detektif, dan responsif), DTrust membantu organisasi membangun perlindungan keamanan yang komprehensif dan berlapis, mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini,hingga respons yang cepat dan tepat terhadap insiden.

Karena pada akhirnya, pertanyaannya bukan lagi,
Apakah organisasi akan menjadi target”
tetapi
Seberapa siap organisasi menghadapi ketika serangan itu datang

DTrust, make you TRUSTed.

Share this article
Shareable URL
Prev Post

Transformasi Hacktivis dari Aksi Simbolik ke Kejahatan Siber Terorganisir

Read next