Pernahkah Anda menerima pesan Whatsapp yang berisi lampiran link atau file mencurigakan? Meski terlihat “biasa”, ketika Anda klik tanpa memastikan keamanannya, lampiran tersebut bisa jadi merupakan malware WhatsApp yang berbahaya.
Hal ini menandakan serangan malware sudah semakin personal. Tak lagi hanya melalui situs web atau aplikasi bajakan, kini pesan instan pada WhatsApp menjadi salah satu metode penyebaran malware. Serangan ini bisa menjadi jalan bagi pencurian informasi, akun, bahkan identitas Anda.
Mengapa WhatsApp Jadi Target Serangan Malware?
WhatsApp digunakan oleh lebih dari 2 miliar pengguna aktif di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hal ini merupakan peluang besar bagi pelaku kejahatan siber. Pelaku memanfaatkan kedekatan emosional antara pengirim dan penerima pesan, misalnya, mengatasnamakan teman, rekan kerja, atau institusi resmi, untuk membuat korbannya lengah.
Contoh serangan:
-
Anda menerima file dari rekan kerja bertajuk “Dokumen Rapat.apk”
- Link dari kerabat yang mengatakan “Cek ini penting banget”
- Link ke dokumen Google Drive palsu yang meminta izin akses
Begitu diklik, serangan malware WhatsApp langsung berkerja. Dalam hitungan detik, data pribadi seperti kontak, foto, informasi akun bank, hingga OTP bisa dicuri tanpa Anda sadari.
Baca juga: Deepfake Sextortion: Kejahatan AI yang Mengintai di Tengah Rendahnya Literasi Digital
Kerugian Akibat Serangan Malware WhatsApp
Serangan malware WhatsApp tidak hanya merugikan individu, tetapi juga ke organisasi atau perusahaan. Berikut beberapa kerugian yang bisa disebabkan oleh serangan ini:
-
Kerugian Finansial
Data keuangan dicuri dan disalahgunakan, mulai dari pembobolan rekening hingga pemerasan atau ransomware.
-
Pencurian Identitas
Informasi pribadi, seperti nama, alamat, NIK, dan data keuangan yang dicuri, dapat digunakan pelaku untuk penipuan, pinjaman online, atau kejahatan lainnya.
-
Gangguan Operasional Sistem
Pada skala organisasi, serangan malware dapat melumpuhkan sistem kerja. Akses ke file dan aplikasi bisa hilang, mempengaruhi produktivitas dan reputasi bisnis.
Cara Kerja Malware WhatsApp
Bagaimana malware WhatsApp bisa bekerja begitu cepat? Berikut adalah tahapan umum serangan yang sering terjadi:
-
Social Engineering
: Pelaku menyamar sebagai pihak tepercaya. - Link/Attachment Berbahaya: Disisipkan dalam pesan yang meyakinkan.
- Ekseskusi Malware: Setelah link diklik atau file dibuka, malware mulai menginfeksi perangkat.
- Pencurian Data: Malware mengakses data sensitif lalu mengirimkannya ke server pelaku.
- Penyebaran Lanjutan: Malware otomatis mengirim pesan ke kontak korban, memperluas jangkauan infeksi.
Tanda-Tanda Perangkat Terinfeksi Malware WhatsApp
Mengetahui gejala serangan sejak dini merupakan langkah penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Anda mesti hati-hati jika telah mengalami gejala berikut ini:
-
Baterai cepat habis tanpa alasan jelas
Jika baterai tiba-tiba boros meski pemakaian tergolong ringan, bisa jadi ada aplikasi mencurigakan yang berjalan di latar belakang dan menguras daya.
-
Performa perangkat mendadak turun drastis
Aplikasi jadi sering macet atau sistem lag, bisa disebabkan oleh malware yang membebani prosesor dan RAM.
-
Aplikasi berjalan tidak normal
Aplikasi yang terbuka sendiri, menutup tiba-tiba, atau muncul notifikasi tak biasa merupakan sinyal adanya aktivitas mencurigakan dari malware.
-
Terdapat pesan keluar masuk otomatis tanpa Anda kirim
Anda menemukan pesan terkirim ke kontak tanpa pernah Anda kirimkan, atau menerima balasan dari pesan yang tidak dikenal, bisa jadi malware sedang mengendalikan akun Anda.
-
Kehilangan kendali atas beberapa fitur
Tidak bisa mengakses pengaturan keamanan, WhatsApp log out dengan sendirinya, atau muncul aplikasi yang tidak pernah Anda install.
Cara Mencegah Serangan Malware WhatsApp
Untuk melindungi diri dari serangan malware WhatsApp, lakukan langkah berikut:
-
Jangan asal klik
link atau file dari sumber yang tidak jelas—even jika dari teman. - Aktifkan verifikasi dua langkah di akun WhatsApp Anda.
- Gunakan aplikasi keamanan dari penyedia terpercaya seperti DTrust.
- Update sistem dan aplikasi secara berkala untuk menutup celah keamanan.
- Waspadai email phishing yang berpura-pura dari bank, e-commerce, atau instansi pemerintah.
Baca juga: Waspadai Serangan Social Engineering: Ancaman Siber yang Memanfaatkan Psikologi Manusia
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Malware WhatsApp?

Saat menyadari perangkat Anda mungkin telah terinfeksi malware dari pesan WhatsApp, jangan panik—tapi juga jangan menunda tindakan. Semakin cepat Anda merespons, semakin kecil dampak dari serangan. Langkah-langkah di bawah ini bisa Anda lakukan untuk mengatasi dan memulihkan situasi:
-
Putuskan koneksi internet
Segera matikan koneksi Wi-Fi atau data seluler untuk menghentikan komunikasi malware dengan server peretas. Ini dapat memperlambat pencurian data lebih lanjut.
-
Hapus pesan mencurigakan
Jika Anda sempat mengklik tautan atau membuka file mencurigakan, jangan meneruskannya ke orang lain. Hapus pesan tersebut agar tidak tersebar lebih luas.
-
Uninstall aplikasi mencurigakan
Buka daftar aplikasi di perangkat Anda dan hapus aplikasi yang tidak Anda kenali, terutama jika baru muncul setelah insiden.
-
Pindai perangkat dengan aplikasi keamanan
Gunakan aplikasi antivirus atau anti-malware yang kredibel untuk memindai dan menghapus file berbahaya secara menyeluruh.
-
Ganti password dan aktifkan 2FA
Segera ubah kata sandi akun penting, terutama WhatsApp, email, dan akun perbankan. Jika belum, aktifkan juga 2FA.
-
Periksa perizinan akses aplikasi
Buka pengaturan perangkat dan periksa izin akses aplikasi, seperti akses ke kamera, mikrofon, SMS, dan lokasi. Cabut izin mencurigakan dari aplikasi yang tidak perlu.
-
Laporkan ke WhatsApp
Hubungi dukungan resmi WhatsApp untuk melaporkan aktivitas mencurigakan di akun Anda. Mereka bisa membantu menonaktifkan akun sementara jika perlu.
-
Reset perangkat jika perlu
Jika malware masih aktif atau sistem rusak berat, lakukan factory reset (pengaturan ulang pabrik). Tapi pastikan Anda sudah backup data penting terlebih dahulu.
Serangan Malware Semakin Personal, Kesadaran Digital Jadi Lapisan Pertama Pertahanan
Serangan malware WhatsApp kini semakin canggih dan menyasar secara personal. Tidak lagi hanya lewat situs berbahaya atau aplikasi bajakan, serangan kini masuk ke ruang komunikasi pribadi seperti pesan instan dan email, menyamar sebagai teman, rekan kerja, atau institusi resmi.
Inilah alasan mengapa kesadaran digital menjadi lapisan pertama pertahanan. Dengan mengenali tanda-tanda infeksi, memahami pola kerja serangan, dan menerapkan langkah pencegahan serta penanganan yang tepat, Anda bisa melindungi data pribadi, perangkat, serta identitas digital dari ancaman yang terus berkembang.
Tingkatkan kewaspadaan. Gunakan perlindungan siber terpercaya seperti DTrust untuk memberikan ketenangan dan keamanan penuh dalam setiap aktivitas digital Anda.
DTrust, Your Trusted Security Partner.