Baik individu maupun perusahaan, kini semakin bergantung pada Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, mulai dari sensor manufaktur, perangkat medis, smart home, hingga smart office.
Tapi, ada satu hal yang sering terlupakan: apakah perangkat-perangkat itu aman? Dengan semakin meluasnya penggunaan IoT, keamanan terhadap perangkat-perangkat ini menjadi sangat krusial.
Di tingkat enterprise atau bisnis, jika perangkat IoT tidak diamankan, hal tersebut ibarat sebuah rumah dengan banyak pintu, tapi tanpa dikunci. Akibatnya siapa pun bisa masuk tanpa permisi dan berpotensi menjadi ancaman.
Apa itu IoT Security?
Secara sederhana, IoT Security adalah praktik melindungi perangkat IoT dan data yang terhubung di internet, mulai dari password, komunikasi antarperangkat, hingga cara perangkat terhubung ke internet.
Tujuannya adalah untuk menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data serta perangkat IoT itu sendiri, seperti mulai dari keamanan fisik, jaringan, hingga akses dan data.
Namun, IoT Security tersendiri tidak hanya sekadar menjaga password dan komunikasi perangkat, melainkan juga mencakup managemen siklus hidup perangkat, monitoring real-time, serta integrasi dengan platform keamanan seperti SIEM, XDR, ataupun SOC Monitoring.
Studi Kasus: Serangan Botnet Mirai ke Dyn (2016)
Pada 21 Oktober 2016, botnet Mirai melancarkan serangan DDoS besar-besaran ke penyedia layanan DNS (Domain Name System) Dyn. Serangan ini memanfaatkan kelemahan pada perangkat IoT yang menggunakan kredensial default, seperti printer, kamera and router.
Dyn saat itu menjadi tulang punggung akses internet bagi banyak perusahaan besar. Permintaan yang ditimbulkan membanjiri infrastruktur Dyn, menyebabkan situs-situs populer seperti Twitter, Amazon, Netflix, Reddit, PayPal, Spotify, Airbnb, dan banyak lagi, tidak bisa diakses di wilayah Amerika Serikat Timur dan bagian Eropa.
Kasus Mirai menjadi contoh nyata bagaimana perangkat IoT yang tampak sederhana bisa menjadi titik lemah serius bila tidak diamankan dengan baik. Dari sini, perusahaan diingatkan bahwa sekecil apapun perangkat, tetap bisa menjadi pintu masuk bagi ancaman siber.
Mengapa IoT Security Penting bagi Enterprise?
Semakin banyak perangkat IoT yang kini digunakan dalam bisnis, semakin banyak pula celah yang bisa dimanfaatkan penyerang.
Berikut ini alasan kenapa IoT Security penting:
-
- Risiko Gangguan Operasional
Serangan terhadap IoT di lingkungan industri dapat menyebabkan downtime pabrik, terganggunya rantai pasok, hingga kerugian finansial yang signifikan.
- Ancaman Terhadap Data Sensitif
Perangkat IoT di sektor kesehatan atau finansial sering mengolah data pribadi dan data kritikal. Kebocoran data bisa berdampak pada reputasi dan sanksi hukum.
- Kepatuhan Regulasi
Sejumlah negara sudah memberlakukan aturan ketat soal keamanan data. Jika perangkat IoT tidak terlindungi, perusahaan berisiko terkena denda, tuntutan hukum, dan hilangnya kepercayaan pelanggan.
- Surface Attack yang Semakin Luas
Dengan ribuan bahkan ratusan ribu perangkat terhubung, sulit bagi tim IT untuk memantau semuanya tanpa solusi khusus.
- Visibility & Asset Management
Saat ini, banyak perusahaan bahkan tidak memiliki visibilitas penuh terhadap berapa banyak perangkat IoT yang terkoneksi ke jaringan. Padahal, tanpa pemahaman yang jelas mengenai jumlah yang terkoneksi, jenis perangkat, dan status keamanan perangkat, perusahaan berisiko memiliki shadow IT, yakni perangkat yang terhubung tanpa sepengetahuan tim IT.
- Risiko Gangguan Operasional
Langkah-Langkah Penerapan IoT Security

Karena pola penggunaan IoT berbeda antara individu dan perusahaan, maka langkah-langkah penerapannya juga berbeda.
Bagi pengguna individu, fokusnya ada pada keamanan dasar perangkat sehari-hari. Sementara bagi perusahaan, praktik IoT security lebih kompleks karena menyangkut skala operasional, kepatuhan regulasi, serta perlindungan reputasi bisnis.
Untuk Pengguna Individu
Ada beberapa langkah sederhana namun efektif yang bisa dilakukan sehari-hari agar perangkat IoT tetap aman:
-
- Selalu lakukan update patch dan sistem operasi pada perangkat.
- Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap perangkat.
- Aktifkan multi-factor authentication (MFA).
- Secara rutin lakukan inventarisasi perangkat yang terhubung, lalu nonaktifkan perangkat yang jarang digunakan.
- Gunakan jaringan terpisah (guest network) untuk perangkat IoT agar tidak bercampur dengan perangkat utama.
Untuk Perusahaan
Risiko IoT pada bisnis jauh lebih kompleks karena menyangkut skala, regulasi, dan reputasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan praktik keamanan berikut:
-
- Merumuskan dan menerapkan kebijakan penggunaan perangkat IoT, termasuk aturan registrasi, pemantauan, dan manajemen perangkat.
- Membuat serta memperbarui daftar induk semua perangkat IoT, baik milik perusahaan maupun karyawan, untuk memahami potensi attack surface.
- Memanfaatkan Cloud Access Security Broker (CASB) sebagai titik kontrol keamanan antara pengguna cloud dan aplikasi berbasis cloud, guna memastikan autentikasi, otorisasi, enkripsi, serta sistem peringatan berjalan optimal.
- Melakukan pemantauan jaringan secara menyeluruh dan segera mengambil tindakan jika ada tanda kompromi.
- Mengenkripsi semua data yang dikirim maupun diterima dari perangkat IoT.
- Menerapkan prinsip keamanan siber sejak tahap awal pengembangan perangkat IoT.
- Integrasikan IoT ke dalam SOC monitoring, serta manfaatkan threat intelligence untuk update exploit IoT terbaru, dan juga integrasikan Zero Trust untuk IoT agar dilakukan micro-segmentation, least privilege access, dan juga continuous authentication.
IoT Security Menjaga Keberlangsungan Operasional Bisnis di Era Digital
Di balik manfaat IoT, ada risiko keamanan yang tidak bisa diabaikan. Tanpa perlindungan yang memadai, perangkat IoT dapat menjadi pintu masuk bagi serangan siber, kebocoran data, hingga gangguan operasional.
Meski penerapannya berbeda, penerapan IoT security menjadi krusial, baik pengguna maupun perusahaan atau lembaga.
Singkatnya, menjaga keamanan IoT berarti menjaga kepercayaan, kelancaran bisnis, dan keberlangsungan operasional di era digital yang semakin terkoneksi.
Tidak ada perangkat keamanan tunggal yang mampu memberikan perlindungan penuh untuk semua perangkat IoT. Strategi IoT security membutuhkan kombinasi antara perlindungan endpoint dan keamanan berbasis cloud.
Melalui DTrust, kami menghadirkan solusi keamanan siber yang dirancang untuk era cloud dan perangkat terkoneksi. Dengan dukungan layanan terintegrasi serta keahlian tim kami, perusahaan bisa lebih mudah memantau, melindungi, dan merespons ancaman pada ekosistem IoT mereka.
Konsultasi dengan tim kami. Bangun praktik IoT security yang kuat dan berkelanjutan untuk menutup celah masuk serangan siber yang dapat mengakibatkan kerugian finansial dan reputasi bagi perusahaan Anda.
DTrust, Your TRUSTed Cloud Security Partner.